HeadlineNews

Wapres Gibran Perkuat Kolaborasi Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumut

SUMUT PUSARAN ONLINE-Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengistruksikan jajarannya agar memperkuat kolaborasi demi mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Pembangunan hunian tetap dan fasilitas pendukungnya, pembangunan dam sabo dan jembatan, hingga pemulihan aktivitas ekonomi warga menjadi prioritas.

Hal itu mengemuka dalam kunjungan Wapres Gibran meninjau penanganan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga, Jumat (4/9/2026). Turut mendampingi Wapres antara lain, Gubernur Sumut Bobby Nasution, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, dan Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba.

Seperti diberitakan, bencana banjir bandang melanda sebagian wilayah Sumut, akhir November 2025. Korban jiwa dalam bencana itu mencapai ribuan dan ratusan lainnya dilaporkan hilang. Saat itu, perkampungan penduduk dan ribuan hektar area pertanian tersapu banjir bandang.

Lokasi pertama yang didatangi Wapres Gibran adalah SMAN 1 Barus, di Kabupaten Tapanuli Tengah. Sewaktu banjir melanda, sekolah itu terendam air dan lumpur sedalam 1,5 meter hingga 2 meter. Banjir dari luapan Sungai Aek Sirahar yang hanya berjarak 250 meter dari sekolah itu mengakibatkan bangunan sekolah rusak parah. Meja, kursi, komputer, dan buku-buku ikut hanyut.

KOMPAS/NINO CITRA ANUGRAHANTO
Wakil Presiden Gibran Rakabuming (kanan) berbincang dengan siswa saat meninjau rehabilitasi sekolah di SMAN 1 Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026). Bangunan sekolah itu sebelumnya terdampak banjir Sumatera yang terjadi pada November 2025.

Dalam kunjungan Wapres, aktivitas belajar-mengajar tampak sudah berlangsung dengan segala keterbatasannya. Sebagian bangunan kelas masih rusak dan belum tuntas dipugar. Para siswa mengikuti pembelajaran menggunakan buku yang terbatas.

Gibran mengapresiasi keteguhan dan semangat para siswa yang belajar dengan segala keterbatasan itu. Ia memberikan bantuan fasilitas pembelajaran, seperti komputer jinjing, komputer, buku, kipas angin, lampu, dan perlengkapan belajar lain. Ia meminta pula jajarannya memantau jika ada kebutuhan-kebutuhan lain yang masih perlu dipenuhi.

”Salah satu hal penting dalam pemulihan pascabencana adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita,” kata Wapres.

Iklan – Gulir ke Bawah untuk melajutkan
Iklan

Selesai meninjau sekolah, Gibran melanjutkan meninjau pembangunan hunian tetap Aek Parombunan di Kota Sibolga. Sebagian besar hunian di lokasi itu rampung dibangun dan ditempati warga.

Namun, jalanan kompleks perumahan itu belum selesai dikerjakan. Hampir semua jalanannya masih berupa tanah. Kondisi serupa juga ditemukan di hunian tetap Asrama Haji, Kecamatan Pinangsori, Tapanuli Tengah.

Salah satu hal penting dalam pemulihan pascabencana adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita.

KOMPAS/NINO CITRA ANUGRAHANTO
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menanyai warga penerima hunian tetap (huntap), di Huntap Asrama Haji, Kecamatan Pinangsori, di Tapanuli Tengah, Jumat (4/9/2026).

Lain lagi kondisinya dengan hunian tetap yang ditinjau Gibran di Hapesong Baru, Tapanuli Selatan. Di sana, hampir semua bangunannya tuntas dikerjakan dan dihuni warga. Jalanan area kompleks perumahan juga sudah diaspal. Meskipun begitu, warga masih kesulitan air bersih.

”Saya pastikan pemerintah terus melaksanakan tanggung jawabnya dalam mempercepat pembangunan hunian tetap sehingga semua bisa dapat kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman,” kata Gibran.

Seiring penyelesaian pembangunan hunian, ia ingin agar diupayakan pemulihan aktivitas masyarakat. Tempat tinggal baru itu harus bisa mendukung anak-anak kembali bersekolah, orangtuanya kembali bekerja, dan roda perekonomian warga kembali bergerak.

KOMPAS/NINO CITRA ANUGRAHANTO
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyapa warga saat meninjau pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Hapesong Baru, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026).

Ia meminta pemerintah pusat dan daerah saling bekerja sama menjamin segala kebutuhan masyarakat. Apalagi masa transisi pemulihan pascabencana itu akan memunculkan banyak kebutuhan.

Iklan – Gulir ke Bawah untuk melajutkan
Iklan

”Jangan biarkan masyarakat menunggu terlalu lama. Jika ada kendala lapangan segera identifikasi dan kolaborasi untuk cari solusi. Jangan ada sekat birokrasi,” kata Wapres.

Pembangunan sabo dam

Wapres turut memastikan langkah mitigasi juga ditempuh dalam pemulihan pascabencana itu. Ia mengecek progres pembangunan Sabo Dam Hutanabolon, di kawasan Sungai Tukka, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah. Progres pembangunan sabo dam dilaporkan mencapai 26 persen.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II Medan Feriyanto Apawenrusi menjelaskan, keberadaan sabo dam dibutuhkan untuk mengatur sedimentasi yang mengalir bersama arus Sungai Tukka. Tanpa adanya sabo dam, sungai itu lebih cepat mengalami pendangkalan karena sedimentasi yang tak mampu terbendung.

KOMPAS/NINO CITRA ANUGRAHANTO
Wakil Presiden Gibran Rakabuming (tengah) meninjau progres pembangunan Sabo Dam Hutanabolon di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026).

Pada November lalu, sedimentasi yang memasuki Sungai Tukka mencapai 200.000 meter kubik. Hal itu membuat dasar sungai sejajar dengan permukaan tanah sehingga air meluap dan membanjiri permukiman warga. Uapaya normalisasi sungai untuk mengatasi sedimentasi terus berlangsung sampai sekarang.

”Dengan adanya sabo dam, sedimen yang datang itu akan tertahan dulu di bangunan sabo kita. Nanti secara perlahan-lahan akan dilepas,” jelas Feriyanto saat memberikan paparannya kepada Wapres Gibran.

Sabo dam itu dibangun dengan ketinggian 7 meter dengan fondasi sedalam 2 meter. Progres pembangunannya ditargetkan berkisar 50-70 persen pada September.

”Kita tidak mengharapkan banjir itu terjadi (lagi). Tetapi, ini sudah kami bikin lubangnya. Jadi nanti sedimentasi tertahan dulu di sini. Tidak langsung menuju sungai induknya. Secara estimasi, kami bisa menahan sampai 51.000 meter per kubik,” kata Feriyanto.

KOMPAS/NINO CITRA ANUGRAHANTO
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau progres pembangunan Jembatan Garoga 2, di perbatasan Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026).

Lokasi lain yang tak luput dari peninjauan Wapres adalah pembangunan Jembatan Garoga 2 di Tapanuli Selatan. Jembatan itu sebelumnya hancur diempas aliran sungai yang disertai gelondongan kayu.

Sejauh ini, sebagian area jembatan sudah terbangun dan dapat difungsikan secara terbatas. Perbaikan infrastruktur itu dinilai mendesak karena menjadi jembatan penghubung antara Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Selain itu, Jembatan Garoga 2 merupakan bagian dari penanganan mendesak pada koridor Sibolga-Batangtoru-Padang Sidempuan sepanjang 65 kilometer.

Hingga kini, progres pembangunan jembatan dilaporkan mencapai 44,93 persen. Pembangunan jembatan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.

”Terbukanya kembali akses sangat penting bagi masyarakat. Tapi pekerjaan tidak boleh berhenti pada jembatan. Penanganan sungainya juga harus kita tuntaskan agar masyarakat lebih terlindungi,” tegas Wapres Gibran.***


Related Posts

1 of 415