HeadlineNews

PB Al Washliyah Minta Pemerintah Larang Konser Andrea Bocelli di Indonesia

JAKARTA,– Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Washliyah DR. KH. Masyhuril Khamis SH., MM., meminta pemerintah melarang konser Andrea Bocelli di Indonesia. Larangan tersebut terkait dukungan penyanyi asal Italia tersebut terhadap Israel.

Diketahui. Andrea Bocelli pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk pasukan militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) di Los Angeles pada 2010. Selain itu, Bocelli juga tercatat menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.
KH Masyhuril yang juga Ketua Bidang Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu mengingatkan pemerintah harus bersikap tegas terhadap semua kegiatan yang berkaitan dengan dukungan terhadap Israel.
”Konser Andrea Bocelli dapat menyinggung perasaan umat Islam Indonesia dan bisa menimbulkan ’kegaduhan’ karena aktivitas penyanyi tersebut diketahui mendukung Israel yang melakukan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza,” ujar KH Masyhuril, di Jakarta, Selasa 13 Oktober 2026.
Sebelumnya, pemerintah, melalui Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra telah melarang konser Israel Houghton tampil di Jakarta. Houghton diketahui sering memberikan dukungan kepada Israel di sela-sela pertunjukan musiknya dengan statemen ”I stand with Israel”.
”Pemerintah seharusnya menolak konser Andrea Bocelli seperti yang diberlakukan pada Israel Houghton, karena jika konser tetap digelar bisa menimbulkan eskalasi ketegangan yang lebih luas di tengah masyarakat,” tambah Masyhuril.
Pemerintah, lanjut Masyhuril, hendaknya lebih peka terhadap perasaan umat Islam Indonesia yang mendukung penuh Kemerdekaan Palestina.
”Juga harus jeli terhadap setiap infiltrasi atau upaya-upaya tersembunyi terkait dukungan kepada Israel di Indonesia,” tambah Masyhuril.
Diketahui, rencananya konser Bocelli tersebut akan berlangsung di Kompleks Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026 dan JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.***()

Related Posts

1 of 429