News

KMI dan PSB Selenggarakan Lomba Pijat Nusantara Grand Master 3, 5 Pemenang Akan Kembali Berlaga pada Babak Final di Pandeglang

Kota Bandung – Kanjeng Massage Indonesia (KMI) dan Pojok Sehat Batununggal (PSB) Bergelora menyelenggarakan ‘Lomba Pijat Nusantara Grand Master 3’ sebagai ‘Kompetisi Terapis Indonesia’.

Acara ini berlangsung di Exhibition Hall Pasar Modern Batununggal Indah nomor 48 Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Ahad, 31 Mei 2026.

Sebabnya tiga jenis terapi yang dipertandingkan yakni pijat bayi, pijat dewasa, dan pijat akupuntur yang dapat diikuti para peserta sesuai kemampuan masing-masing. Artinya, setiap peserta bisa mengikuti satu, dua, atau tiga lomba.

“Babak finalnya nanti di Pandeglang, Banten pada bulan September 2026 mempertemukan para juara satu sampai lima di Grand Master 3 Bandung melawan Grand Master di Jakarta para pemenang satu sampai lima,” ucap Ketua Komunitas Kanjeng Massage Indonesia (KMI), R. Ds. H. Kanjeng Mas Bagusti di Kota Bandung.

Sebelumnya, final Grand Master (GM) di Pandeglang akan berlangsung kejuaraan Zona Bebas 2 di Bandung pada Agustus 2026. Kegiatan ini untuk memfasilitasi para peserta yang tidak memenangkan pertandingan di Kota Bandung.

“Sebanyak 15 peserta dapat mengikuti zona bebas dari wilayah mana saja,” ucapnya.

Penilaian atau poin tertinggi pemenang Grand Master (GM) 3 di Kota Bandung diperoleh peserta dari totalnya.

Poin-poin itu adalah wawancara penjurian, seragam lomba, cara penyambutan tamu, kerapihan dan kebersihan alat kerja, kompetensi dan teknik pemijatan, serta diagnosa dan keluhan tamu.

“Dari lima penilaian tadi ada urutan A sampai D yakni A poin tertinggi dengan nilai 90, B dengan nilai 70, C dengan nilai 50, dan D dengan nilai 20. Poin digabungkan semua, kalau dari lima penilaian tadi paling besar, maka itu yang memenangkan pertandingan,” ujarnya.

R. Ds. H. Kanjeng Mas Bagusti mengungkapkan sebanyak 22 peserta mengikuti Lomba Pijat Nusantara Grand Master 3 yang dinilai dua juri yakni drh. Susitawati S.Kep. Ns, MKM dari Kabupaten Bogor dan Ahmad Fitriansyah, SE dari Kota Bandung.

“Para pemenang akan memperoleh pengakuan dari masyarakat, karena saya percaya memanggil dia,” tuturnya.

Tak Bisa Tidur

Lomba Pijat Nusantara GM 3 memutuskan lima pemenang yakni Juara Pertama adalah Tina Yudantina dari Silmi Terapi Cimahi dengan nilai 1.340. Dia mengaku tidak menyangka bisa memenangkan lomba tersebut, padahal peserta-pesertanya dinilai hebat.

Tina Yudantina mengikuti tiga lomba yakni pijat tradisional, totok punggung, dan bekam.

“Saya latihan gerakan-gerakan dan persiapan peralatan untuk lomba ini selama seminggu,” katanya.

Tina Yudantina ingin bisa berkarya lebih baik lagi setelah menjuarai Lomba Pijat Nusantara GM 3, bahkan dia mau dapat unjuk gigi di luar wilayah Cimahi.

“Saya berpesan kepada Teman-Teman yang belum beruntung tetap semangat, terus belajar dan belajar,” ucapnya.

Sementara itu Juara Kedua Lomba Pijat Nusantara GM 3 adalah Alus Widiawati dari Komunitas Terapi Sumedang dengan nilai 1.300. Dia mengutarakan dua lomba yang dilakoninya yakni pijat tradisional dan totok wajah.

“Alhamdulilah, persiapannya sebulan setengah terus mengikuti pelatihan, sudah seminggu ini tidak bisa tidur memikirkan lomba, puncaknya tadi malam tertidur, tapi sudah mimpi di sini,” tuturnya.

Setelah memperoleh juara kedua Lomba Pijat Nusantara GM 3, Alus Widiawati ingin ikut lomba terapi di Banten. Sebenarnya, dia menargetkan juara pertama pada lomba ini.

“Saya berharap KMI, namanya semakin harum, sukses, dan percaya dengan adanya lomba ini, Untuk PSB diharapkan toko-tokonya semakin ramai dan yang ada di sini semua rezekinya melimpah,” tuturnya.

Untuk para peserta yang belum menjuarai Lomba Pijat Nusantara GM 3 diminta tidak menyerah.

“Lelah boleh, menyerah jangan dan terus berusaha, mungkin ada poin-poin yang terkalahkan dari perlengkapan yang kurang,” ujarnya.

Juara Ketiga adalah Gin Gin Ginanjar dari Rumah Terapi Indonesia (RTI) dengan nilai 1.240 menyampaikan kemenangan ini seperti mimpi dengan persaingan sangat ketat di Lomba Pijat Nusantara GM 3.

Dia mengikuti lomba pijat tradisional saja dari tiga pertandingan yang digelar pada kejuaraan tersebut. Selama sebulan dilakukan pembekalan pelatihan.

“Saya berharap bisa mengikuti event-event mendatang nasional dan internasional dengan harapan semoga ini bisa memicu semangat lagi,” ucapnya.

Gin Gin Ginanjar juga berharap KMI dan PSB Gelora bisa menjalin silahturahmi dengan membuat kegiatan-kegiatan lebih besar lagi. Hal ini supaya para terapi dapat memperoleh manfaatnya.

“Para terapi bisa menaikkan harga dan branding-nya, buat teman-teman yang belum juara jangan khawatir peluang masih terbuka seperti zona bebas,” ujarnya.

Para pemenang lainnya adalah Juara Harapan Satu diberikan kepada Didi Suryadi dengan nilai 1.210, dan Juara Harapan Kedua dinobatkan ke Elin Nursiti dengan nilai 1.160.

Para terapis yang belum beruntung dalam Lomba Pijat Nusantara GM 3, ujar R. Ds. H. Kanjeng Mas Bagusti tetap akan memperoleh perhatian dari KMI dan PSB Gelora. Mereka akan dirangkul agar silahturahmi tidak terputus setelah pertandingan tersebut.

“Yang kalah jangan patah semangat, tetapi terus berkarya tetap kita bina dan tetap kita rangkul,: ucapnya.

Juri Lomba Pijat Nusantara GM 3, Ahmad Fitriansyah yang dikenal dengan panggilan Mister Deal meminta para peserta Lomba Pijat Nusantara Grand Master 3 terus semangat atau tidak loyo. Apalagi, ini merupakan kegiatan pertama lomba terapi berlangsung di Kota Bandung.

“Semangat, semangat, kalian bisa,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSB Bergelora, Dadan menambahkan komunitas ini merupakan himpunan para terapis di Kota Bandung. Mereka memiliki berbagai keahlian masing-masing.

“Kami sering mengadakan silahturahmi dan sharing keilmuan terapi di sini akan ada edukasi yang berkala. Semoga dengan kegiatan ini diharapkan PSB Bergelora sebagai destinasi terapi yang ada di Kota Bandung,” tuturnya.

Wahyu dari Perwakilan Ne Sel LKP-LPK Caruban mengutarakan kebahagiannya bisa mensponsori Lomba Pijat Nusantara GM 3. Bahkan, pihaknya berharap bisa bekerjasama dengan KMI dan pihak-pihak lainnya untuk menyelenggarakan acara serupa.

“Kita akan selalu men-support (dukung) acara yang akan digelar Kanjeng Massage Indonesia di wilayahnya atau luar wilayahnya,” tuturnya.

Lomba Terapi di Jawa
Sebelumnya, Lomba Pijat Nusantara GM 1 berlangsung di Jakarta pada 2021 sampai 2022 dengan roadshow ke Depok, Jabar dan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta serta Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Setiap daerah kita adakan lomba terapis mewakili daerah masing-masing, misal Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) siapa pemenangnya. Kita ambil lima orang. Jawa Barat siapa, Jawa Tengah siapa, dan Jawa Timur pun sudah diselenggarakan,” ucapnya

Dengan begitu R. Ds. H. Kanjeng Mas Bagusti mengungkapkan semua wilayah di Pulau Jawa sudah diselenggarakan lomba terapi.

Kehadiran lomba ini mendorong Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) juga menyelenggarakan acara yang hampir sama.

“Kita sampai dijuluki Bapak Pemersatu Terapi Nusantara, karena kita mempersatukan terapis yang kenal Jawa Barat bisa kenal Jawa Tengah. Begitupula Jawa Timur tidak kenal Jakarta Tangerang dan Banten yang kita satukan,” tuturnya.

“Mereka mengadu lomba di Magelang, Borobudur untuk kita temukan pemenang satu, dua, dan tiga, kemudian kita adu pemenang satu, dua, dan tiga dari Pulau Bali. Konon hebat, sudah sampai mancanegara, tapi dengan keilmuwan di Pulau Jawa tidak tinggal diam yang keilmuannya mengakar di grand master.”

R. Ds. H. Kanjeng Mas Bagusti mengutarakan KMI juga menyelenggarakan kegiatan grand master di Pulau Bali. Lomba ini mempertemukan pemenang-pemenang di Pulau Jawa dan Pulau Bali.

“Pemenangnya waktu itu yakni Mister Deal atau Ahmad Fitriansyah, karena waktu itu juara satu tidak bisa mengikuti, maka gugur tereliminasi,” tuturnya.

Sementara itu Grand Master 2 berlangsung di Cisarua, Bogor, Jabar pada 2024 dijuarai Mr. Deal dari Jawa Barat, juara kedua dari Depok, Jabar dan juara ketiga dari Jakarta. Kondisi ini menggambarkan keterampilan dan keahlian masing-masing di berbagai daerah.

Keunikan pertandingan GM diakui tidak berbeda antara antara GM 1 dan GM 2 yang mengutamakan pendekatan adab atau etika seorang terapis saat menyambut tamu diteruskan diagnosa tamu dilanjutkan dengan melakukan terapi.

“Perbedaan terlihat pada Grand Master 2 di Puncak Bogor tidak ada interview (wawancara), langsung main total, nggak ada occupancy class,” ujarnya.

UMKM RTI PSB
Pada sisi lain pembentukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) RTI PSB Bergelora. Usaha ini akan dibawah pimpinan Ds. H. Kanjeng Mas Bagusti.

Untuk Badan Pengawas diserahkan kepada Ahmad Fitriansyah, Koordinator Wilayah (Korwil) Pusat dipercayakan ke Gin Gin Ginanjar. Selanjutnya, Koordinator Terapis diamanahkan ke Puspa dan April.

Lalu, bagian Hubungan Masyarakat (Humas) dijabat Didi Riyadi dan Trainer (Pelatih) dipegang Eli Nursiti, serta Sekretaris dan Bendahara dikelola oleh Sila Keraton Purwaraga.

“Keberadaan UMKM ini diharapkan untuk silahturahmi, meningkatkan keilmuan, dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi para terapi,” ujarnya.

Lomba Pijat Nusantara GM 3 terselenggara didukung oleh Syla Mojang Keraton E15, Ne Sel LKP-LPK Caruban, Mr Deal Ok Deal, Waroeng Makan Rasty-Tarapangan, dan DK Coffee Hitam Roasted.

Related Posts

1 of 333