JAKARTA — Yayasan Pusat Peradaban Islam (YPPI) Ar-Rahman Qur’anic Learning Center (AQL) menggagas gerakan sosial bertajuk “Kedaulatan Pangan, Ketangguhan Bangsa” dengan menargetkan penyaluran 81 ribu paket makanan dan 81 ribu paket sembako dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua YPPI AQL, Ustaz Iswahyudi Mukhlis, mengatakan gerakan tersebut menjadi upaya untuk membangun kepedulian masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan melalui aksi nyata.
“Kita ingin mewujudkan semangat keberkahan melalui aksi nyata. Kemudian memperkuat kepedulian dan partisipasi dalam membangun ketahanan serta kedaulatan pangan Indonesia,” ujar Ustaz Iswahyudi, Senin (10/8/2026).
Menurut dia, gerakan tersebut tidak hanya dijalankan oleh AQL, tetapi diharapkan melibatkan masjid, sekolah, komunitas, lembaga pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat. Setiap pihak dapat ikut menyalurkan bantuan secara mandiri kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kita berharap seluas mungkin. Masjid, sekolah kita ajak. Mereka bisa bagi-bagi sendiri. Siapa pun boleh ikut gerakan ini. Kita sebagai inisiator saja,” katanya.
Ustaz Iswahyudi menjelaskan, target 81 ribu paket tersebut menjadi simbol 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Paket makanan diperkirakan bernilai Rp20 ribu per paket, sedangkan paket sembako sekitar Rp150 ribu per paket.
Dengan jumlah tersebut, total nilai program diperkirakan mencapai sekitar Rp14 miliar.
“Totalnya sekitar Rp14 miliar. Harga satu paket makanan Rp20 ribu, satu paket sembako Rp150 ribu,” ujarnya.
Ia menegaskan, penyaluran bantuan akan diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain wilayah Jabodetabek, program tersebut diharapkan dapat menjangkau berbagai daerah yang menjadi wilayah dakwah dan binaan AQL.
Beberapa unit AQL yang telah disiapkan untuk terlibat antara lain di Jonggol, Megamendung, dan Purwakarta. Penyaluran juga akan dilakukan di lingkungan sekitar unit-unit tersebut.
Ustaz Iswahyudi mengatakan gerakan tersebut memiliki misi membangun kolaborasi sosial yang berkelanjutan. AQL tidak ingin program berbagi pangan hanya berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan.
“Tujuannya menggerakkan kolaborasi antara individu, komunitas, dan berbagai lembaga dalam gerakan berbagi pangan secara nasional. Kemudian membangun gerakan sosial yang berkelanjutan untuk memperkuat ketangguhan bangsa melalui kepedulian, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Menurut Ustaz Iswahyudi, gerakan berbagi pangan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang menghadapi berbagai tekanan. Ia menyinggung fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) serta menurunnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga kebutuhan.
“Siapa pun boleh ikut untuk memeriahkan kemerdekaan dengan aksi sosial di tengah kondisi Indonesia yang dari segi ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Banyak terjadi PHK, daya beli berkurang karena barang-barang semua naik,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut setidaknya dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Lebih dari itu, gerakan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat kepahlawanan dan kepedulian sosial.
“Paling tidak dengan adanya aksi kepedulian ini sedikit mengurangi beban saudara-saudara kita yang membutuhkan dan juga terus menanamkan jiwa kepahlawanan, tidak egois, di tengah kondisi bangsa yang tidak baik-baik saja,” katanya.
Selain pembagian makanan dan sembako, AQL juga menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 RI di unit-unit pendidikan dan dakwahnya. Kegiatan tersebut antara lain upacara kemerdekaan, pemasangan atribut merah putih, serta dialog kebangsaan yang menghadirkan tokoh masyarakat.
AQL juga mendorong unit-unit pesantren dan lembaga pendidikan untuk menggelar kegiatan bersama masyarakat sekitar, termasuk perlombaan dan kegiatan sosial.
Sebelumnya, AQL berencana menggelar konvoi sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kemerdekaan. Namun, rencana tersebut dibatalkan dan kegiatan dialihkan pada dialog kebangsaan serta aksi berbagi pangan.
Ustaz Iswahyudi menegaskan gerakan “Kedaulatan Pangan, Ketahanan Bangsa” terbuka bagi masyarakat luas tanpa harus menjadi bagian dari AQL. Menurut dia, siapa pun dapat mengambil bagian dalam gerakan tersebut sebagai bentuk kontribusi memperkuat kepedulian sosial dan ketahanan bangsa.*












